"Yang dicurigai pasti ada, tapi kita pasti kumpulkan dulu saksi-saksinya," kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Priyo Utomo saat dihubungi wartawan, Kamis (25/8/2011).
Namun Priyo tidak mau menyebutkan siapa orang yang dicurigai tersebut. Polisi masih terus mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat pelaku kejahatan sadis itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan tiga pria yang kabarnya sering mampir ke kos Livia? "Kita masih cari semua, masih didalami," lanjut Priyo. Menurut Priyo, polisi juga masih menggali informasi dari pacar Livia yang berada di Papua.
Informasi dari teman-teman Livia, hubungan keduanya sempat ada masalah. "Berdasarkan informasi temannya pernah (ada masalah), tapi apakah ada hubungannya? Pacarnya kan ada di Papua," kata Priyo.
Priyo mengatakan selain memeriksa CCTV kos Livia yang berada di daerah Rawasari, Jakarta, polisi juga melihat isi diary Livia. "Ada beberapa seperti catatan harian, kita cari informasi dari catatan hariannya dia. Berbagai kemungkinan-kemungkinan itu kita dalami," kata Priyo.
Livia dilaporkan hilang sejak 16 Agustus lalu. Orang tua Livia melaporkan hal ini ke Polsek Kebon Jeruk. Namun beberapa hari kemudian, jenazah Livia ditemukan di sebuah selokan kering sedalam dua meter di daerah Cisauk, Tangerang.
Jenazah Livia sudah rusak dan sangat sulit diidentifikasi. Namun keluarga sangat yakin jenazah itu adalah Livia karena kalung dan giwang yang melekat di jenazah itu mirip milik Livia.
Livia diduga dibunuh dengan cara dibekap. Polisi juga menduga Livia diperkosa sebelum dibunuh karena celana dalamnya melorot dan ditemukan adanya bercak yang diduga sperma.
(ken/nrl)











































