"Yang memenuhi mungkin sekitar 20 persen saja. Sebagian besar kita anggap kurang," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2011).
Menurut Mahfudz, persoalan mendasar seperti pengetahuan tempat negara penempatan dan apa kepentingan bangsa kita yang harus diperjuangkan belum dipahami oleh para calon Dubes. Bahkan ada calon Dubes yang ditempatkan di negara Timur Tengah, tapi tidak menguasai bahasa Arab juga menjadi kendala.
"Misalnya ada calon Dubes untuk negara di Timteng, tapi bahasa Inggrisnya kurang dan bahasa Arabnya tidak bisa sama sekali. Ditanya bahasa lain juga tidak bisa, padahal diplomasi itukan soal olah bahasa," terangnya.
Komisi I sendiri melakukan uji kelayakan dan kepatutan 33 calon Dubes sejak Senin (22/8) lalu. Sebagaian besar calon Dubes pun dianggap tidak paham mengenai negara dimana ia akan ditempatkan.
"Mereka terkesan baru saja mempelajari tentang negara tujuan. Jadi pengetahuan mereka terkesan mendadak seperti membuat makalah, padahal pengetahuan negara penempatan adalah kemampuan mendasar jadi Dubes," terangnya.
Sebelumnya Presiden SBY telah menyerahkan 34 nama calon Dubes untuk diuji Komisi I. Namun satu nama, yakni M Prakosa mengundurkan diri dan tetap memilih menjadi anggota DPR, sehingga yang tersisa ada 33 calon Dubes.
Dari 33 tersebut 4 diantaranya berasal dari Non karier, sedangkan 29 dari berasal dari pejabat karier Kemlu. 4 calon Dubes non karir tersebut Bomer Pasaribu (Golkar),
Ahmad Ni'am Salim (PKB), Letjen TNI (Marinir) Safzen Noerdin (TNI) dan Komjen Pol (purn) Nurfaizi (Demokrat).
"Kalau untuk yang dari non karir, peluangnya 50-50 lah," imbuh politisi PKS ini.
33 Nama tersebut akan menjadi Dubes di 33 negara. 33 Negara tersebut yakni Iran, Kazakhstan, Azerbaijan, Singapura, Thailand, Vietnam, Venezuela, Ekuador, Kuba, Kolombia, PBB New York, Panama, Denmark, Vatikan, Swedia, Finlandia, Kroasia, Belanda, Inggris, Bulgaria, Rusia, Bosnia Herzegovina, Namibia, Senegal, Mozambik, Kenya, Aljazair, Bahrain, Qatar, Emirat Arab, Irak, Mesir, Oman.
(her/van)











































