Adalah kantor berita Korea Selatan Yonhap dan The Korea Herald yang pertama kali memberitakan informasi ini. Isinya kemudian diberitakan ulang oleh media Singapura, The Straits Times, Rabu (24/8/2011).
Menurut laporan, pada tanggal 27 Juli 2011 lalu ada 27 calon pramugari yang diuji dalam dua tahapan. Dari jumlah itu, dipilih 18 orang untuk bekerja dalam layanan rute Garuda dari dan ke Korea Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada kantor berita AFP, salah seorang pelamar menuturkan pengalamannya saat diwawancarai oleh tim tersebut. Wanita yang merahasiakan namanya itu mengaku harus memelorotkan celana dalam dan pakaian atas.
Petugas Garuda Indonesia juga saat itu meminta para pelamar untuk setengah telanjang guna mengetahui adanya tato atau tidak dalam tubuh. Selain itu, ada dokter pria yang meraba payudara sang calon kru pesawat untuk memeriksa kemungkinan adanya implan.
Bagi Garuda Indonesia, penggunaan implan berbahaya bagi penerbangan. Seorang jubir Garuda di Korea yang tidak disebut namanya menyebutkan, implan payudara bisa membahayakan kru saat pesawat mengalami tekanan.
Aksi ini sontak dikecam oleh para aktivis wanita Korea Selatan. Proses itu dianggap sebuah hal yang tidak perlu dan mengganggu.
Kim da-Mi, salah seorang aktivis dari Sexual Violence Relief Centre, meminta agar kantor urusan HAM pemerintah untuk mengambil langkah-langkah nyata.
Bahkan juru bicara maskapai penerbangan Korea Air mengatakan, tes semacam ini sangat aneh. Dia bahkan tidak pernah mendengar ada maskapai yang berbuat demikian.
"Kami tidak pernah mendengar ada pemeriksaan semacam ini," katanya. "Saya jadi bertanya apakah itu artinya penumpang dengan implan payudara juga tidak diperbolehkan terbang," ucapnya.
Saat dikonfirmasi, Juru bicara Garuda Indonesia di Seoul, Park Sung-Hyun, menyatakan, tes terhadap para pelamar yang dilakukan akhir bulan lalu itu seharusnya mengikuti prosedur rutin. Pemeriksaan dengan cara meraba payudara para calon kru wanita tidak termasuk prosedur rutin.
"Kami menyelidiki masalah ini dengan menanyakan masalah ini pada manager dan dokter yang bertugas saat proses pemeriksaan. Ini sangat memalukan," kata Park seperti dilansir AFP, Rabu (24/8/2011).
Namun suara berbeda dilontarkan oleh manajemen pusat Garuda Indonesia di Jakarta. Vice President Communication Garuda, Pujobroto, menegaskan, tidak ada perabaan payudara oleh dokter pria untuk mengecek ada tidaknya implan di Korea Selatan. Pemeriksaan kesehatan oleh dokter juga didampingi staf wanita Korea, sehingga terhindar dari pelecehan.
"Saya bilang hal tersebut sama sekali tidak benar," tegas Vice President Communication Garuda, Pujobroto, kepada detikcom, Rabu (24/8/2011). Pujo menyatakan hal itu saat dikonfirmasi tentang keterangan jubir Garuda di Korea yang oleh media Korea tidak disebutkan namanya, bahwa perabaan payudara itu diperlukan untuk memeriksa ada tidaknya implan. Implan akan mengganggu kesehatan pramugari bila tekanan udara di kabin merosot tajam.
Pujo juga menangkis adanya dokter yang melakukan tes kesehatan dengan "teknik" perabaan itu. Yang dilakukan dokter adalah melakukan pemeriksaan sesuai standar penerbangan dan standar profesi.
"Itu tidak betul. Kalau ada dokter yang seperti itu sama sekali tidak benar. Bahwa dokter yang memeriksa itu melakukan tugasnya sesuai standar penerbangan dan profesi, mereka periksa dengan sumpah dokter. Saat pemeriksaan didampingi oleh petugas/staf lokal warga negara Korea wanita," ungkap Pujo.
Pemeriksaan fisik dilakukan karena pramugari memiliki dua tugas yakni pelayanan dan keamanan penerbangan. Pramugari juga harus terjamin kesehatannya agar tidak mengganggu awak kabin.
Saat ditanya nama dokter yang memeriksa calon pramugari itu, Pujobroto akan mengeceknya lebih lanjut. "Saya harus cek," kata dia.
Pujobroto menambahkan, selama ini Garuda tidak pernah menyewa jasa pihak ketiga untuk merekrut pramugari di luar negeri. Garuda selalu langsung menerbangkan tim kesehatannya sendiri.
Untuk mendalami isu tentang Garuda Indonesia dan kasus dugaan pelecehan, silakan klik berita-berita di bawah ini:
Garuda Bantah Ada Tes Wawancara Kru Tanpa Busana di Korea
Anggap Tes Tanpa Busana di Korea Memalukan, Garuda Gelar Investigasi
Praktisi Penerbangan Korea: Cek Implan Bisa Pakai X-Ray
Pujobroto: Tidak Benar Ada Perabaan Implan Bagi Kru Garuda di Korea
(mad/van)










































