Demikian saran Presiden SBY saat meninjau tahapan terakhir proyek lingkar luar jalur tanjakan Nagreg, Bandung, Jawa Barat. Peninjauan berlangsung di pos pantau kilometer 2+600, Rabu (24/8/2011).
"Perlu ada speed limit, khawatirnya ada yang mengebut nanti. Tetap ada evaluasi bila terjadi situasi emergency," kata Presiden SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laju kendaraan yang menjadi lebih kencang itu yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kecelakaan. Selain itu bisa berpotensi menyebabkan kemacetan di keluar jalur Nagreg karena belum dilebarkan.
"Di exit bisa saja terjadi macet sebab masih bottle neck, seperti yang di Limbangan," kata Djoko.
Pelaksanaan pembangunan jalan lingkar nagreg dibiayai APBN sejak 2006. Pembangunannya untuk mengatasi kemacetan di ruas Cileunyi-Nagreg akibat peningkatan volume kendaraan terutama pada saat mudik dan balik Lebaran.
Selain kemiringan tanjakannya, hal lain yang menjadi sumber macet di sana adalah pertigaan Nagreg dan perlintasan kereta api. Bahkan di musim mudik lebaran, kereta api yang melintas mencapai 24 unit per hari.
Jalur lingkar luar ini dibangun di bawah jembatan rel kereta api. Di sana juga membelah bukit sebagai jalur lintasan baru.
"Keseluruhan proyek akan selesai Oktober 2011," imbuh Djoko.
(lh/nik)











































