"Komunikasi terakhir Senin lalu. Selasa kemarin komunikasi terputus. Akan terus dicoba di Tunis untuk berhubungan dengan mereka," ujar Juru Bicara Kemenlu, Michael Tene di Gedung DPR, Rabu (24/8/2011).
Komunikasi dengan WNI di Libya memang putus nyambung. Dari komunikasi terakhir, Tene mendapat informasi bahwa keadaan 19 WNI masih aman.
"Kondisi terakhir masih terpantau aman. Mereka tersebar di beberapa tempat karena bekarja di sektor rumah tangga, di rumah-rumah. Tapi saya dengar satu orang sudah ada di KBRI," katanya.
Kemenlu pun terus mencoba berkomunikasi dan mengevakuasi 19 WNI yang masih di Libya. Sebelumnya mereka tidak dievakuasi karena bermacam sebab seperti enggan meninggalkan pekerjaan dan tak terdaftar di KBRI Libya.
"Kita tidak akan memaksa. Kalau mereka tak mau kita tidak bisa," katanya.
Ibu Kota Libya berhasil dikuasai pemberontak yang didukung NATO. Presiden Khadafi dikabarkan telah meninggalkan negara yang telah dikuasainya selama 42 tahun.
(adi/rdf)











































