Wapres Sebut Penumpang KA Ekonomi Tak Ada yang Berdiri

Wapres Sebut Penumpang KA Ekonomi Tak Ada yang Berdiri

- detikNews
Rabu, 24 Agu 2011 13:55 WIB
Wapres Sebut Penumpang KA Ekonomi Tak Ada yang Berdiri
Jakarta - KA Ekonomi identik dengan situasi umpel-umpelan, utamanya di musim mudik ini. Tapi karena Wapres Boediono meninjau gerbong penumpang yang terlihat tertib, alhasil dia pun merasa puas. "Tidak ada yang berdiri," ujarnya.

Kegiatan pejabat tinggi belakangan ini adalah meninjau persiapan mudik. Misalnya Wapres Boediono yang meninjau Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

Dia memasuki gerbong nomor 4 dari 7 gerbong KA ekonomi Matarmaja jurusan Jakarta-Malang yang sudah datang sejak pukul 12.50 WIB. Para penumpang di gerbong itu tidak ada yang berdiri, berbeda dengan 6 gerbong lainnya, yang berdesak-desakan.

Wapres Boediono datang sekitar pukul 12.55 WIB di Stasiun Senen, Rabu (24/8/2011). Dia didampingi Menhub Freddy Numberi, Dirjen Perkeretaapian Tundjung Indrawan, dan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna.

Begitu masuk ke gerbong nomor 4, Wapres sempat bertanya ke beberapa penumpang. Para penumpang bersalaman dengan Wapres yang saat itu mengenakan kemeja putih lengan pendek.

Penjagaan begitu ketat pada penumpang yang semuanya duduk. Para wartawan tidak diperkenankan menaiki gerbong yang dinaiki Wapres. Wartawan hanya melihat dari luar.

Wapres masuk ke gerbong 4 itu hanya sekitar 5 menit. Setelah itu Wapres inspeksi ke fasilitas kesehatan dan toilet.

"Saya lihat persiapan tahun ini lebih rapi dari tahun lalu. Penjualan tiket juga

sudah lebih lancar dan hampir semua gerbong sudah rapi. Tidak ada lagi yang

berdiri. Diharapkan tahun depan akan lebih baik pelayanannya," ujar Wapres.

Sebelum kedatangan Wapres, keadaan heboh sempat terjadi pada calon pemudik yang akan masuk ke dalam peron. Penumpang baru diizinkan masuk pukul 12.40 WIB. Penumpang dorong-dorongan dan rebut-rebutan masuk.

Puluhan polisi membantu mereka. Ada 5 orang dari polisi dan petugas memeriksa tiket dan ada 1 orang dari stasiun menggunakan toa dan meminta penumpang sabar dan tidak dorong-mendorong karena pasti dapat masuk ke dalam peron. Kejadian ini berlangsung selama 10 menit.

(nik/nrl)


Berita Terkait