Penggerebekan dilakukan petugas, Selasa (23/8) siang. Aksi tersebut menyusul tindaklanjut laporan masyarakat yang menduga adanya kegiatan penimbunan beras di beberapa gudang yang berada di kota dan Kabupaten Tegal, serta kenaikan harga beras menjelang Lebaran.
Penggerebekan pertama dilakukan di salah satu gudang yang berada di Jl Flores, Kota Tegal. Gudang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk. Petugas mengklaim Di tempat tersebut petugas menemukan data-data mencurigakan tentang aktifitas penyimpanan beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mas, enggak boleh masuk ambil gambar. Nanti saja tunggu pemilik gudangnya datang," tegas salah seorang petugas kepada wartawan di lokasi penggerebekan.
Saat petugas berhasil memasuki gudang tersebut, diketahui di dalam gudang tersebut terdapat seribuan lebih beras dengan kantung bertuliskan Bulog. Temuan serupa juga terdapat di gudang lainnya yang masih berada di satu area.
Pantauan detikcom saat menyisir jalan di sepanjang Kota Tegal, khususnya jalur Pantura, terdapat sekitar 20 an gudang beras yang berderet di sepanjang jalan tersebut. Rata-rata gudang tidak mencantumkan nama dan fungsi gudang.
Setelah petugas melakukan penggerebekan, pemilik gudang berinisial In langsung diinterograsi di lokasi penggerbekan. Polisi selanjutnya memeriksa berkas kepemilikan gudang dan izin usaha.
(ahy/ape)











































