“Jangan sampai karena semangat mudik untuk silaturahim dan bertemu keluarga, justru berujung pada petaka dengan mengorbankan anak akibat kelalaian kita,” ujar Wakil Ketua KPAI, Asrorun Ni’am Sholeh dalam siaran pers, Selasa (23/8/2011).
Niam menjelaskan, Tahun 2010 tercatat sebanyak 1.351 kasus kecelakan selama mudik lebaran, 302 orang meninggal, luka berat 405 orang dan luka ringan sebanyak 826 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, KPAI meminta agar tidak menyertakan anak-anak dalam perjalanan mudik, sehubungan banyaknya laporan kecelakaan yang mengakibatkan anak-anak menjadi korban.
“Bahkan tahun kemarin ada anak yang meninggal di pangkuan ibunya karena kehabisan oksigen akibat perjalanan dengan sepeda motor”, jelasnya.
Di samping itu, Niam mendorong Pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan akses transportasi yang ramah anak. “Upaya penyediaan gerbong kereta yang khusus untuk Ibu dan anak yang masih kecil bisa dilakukan dalam kerangka menjamin perlindungan anak ini. Masyarakat umum juga bertanggung jawab dalam pemenuhan hak anak. Masyarakat dapat berpartisipasi untuk menyediakan akses dan tempat peristirahatan di sepanjang jalur mudik,” paparnya.
Masyarakat yang memiliki kepedulian dengan membuka posko-posko lebaran, perlu menyediakan fasilitas untuk kebutuhan anak, termasuk obat-obatan. “Jangan sampai seluruh energi tersedot untuk konsens terhadap masalah mudik lebaran, tetapi perspektifnya hanya layanan orang dewasa, sementara infrastruktur untuk anak dilupakan,” tandasnya.
(ape/ape)











































