Bus TransJ Kini Dilengkapi GPS dan Kamera Pemantau

Bus TransJ Kini Dilengkapi GPS dan Kamera Pemantau

- detikNews
Selasa, 23 Agu 2011 18:53 WIB
Jakarta - Sistem kerja bus TransJakarta kini telah menggunakan sistem Bus Tracking System (BTS) sebagai tindak lanjut atas penerapan sistem pemantauan lalu lintas di DKI Jakarta atau yang lebih dikenal dengan istilah Intelligent Transport System (ITS). Kelebihan diberlakukannya sistem BTS ini, armada TransJ akan dilengkapi alat GPS dan ke depan akan disediakan kamera.

"Untuk BTS, saat ini kita baru diterapkan di Koridor I (Blok M-Kota) dengan jumlah armada 90 bus," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, saat Launching ITS DKI Jakarta, di Gedung Dinas Teknis, Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2011).

Sistem GPS tersebut, nantinya akan tersambung secara otomatis ke Central Control Rooms ITS yang terdapat di Gedung Dinas Teknis. Melalui ruangan ini, nantinya pengemudi akan dikendalikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi nanti dibilang kalau pengemudinya terlalu ngebut, atau jaraknya terlalu dekat," katanya.

Sistem ini, lanjut Pristono, sangat membantu manajemen bus TransJ dalam hal pengendalian lalu lintas bus. Sistem ini mampu mengatur jarak antar bus.

"Kemudian juga memberikan informasi bagi penumpang ketika menunggu di halte melalui informasi yang akan ditampilkan di LCD yang ada di tiap halte," katanya.

"Dan saat ini semua LCD di halte koridor 1 itu sudah terpasang LCD dan sudah memberikan informasi itu," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BLU TransJakarta M Akbar mengatakan, selain GPS dengan sistem BTS ini, setiap bus nantinya juga akan dilengkapi kamera pemantauan. Saat ini, sebagai uji coba baru ada dua bus yang di dalamnya terdapat CCTV, yaitu satu di Koridor I dan Koridor V.

"Dengan adanya kamera itu, nantinya situasi penumpang di dalam bus akan terpantau dan kemudian terhubung ke LCD yang ada di tiap halte. Jadi bagi penumpang di halte yang ingin naik, dapat melihat kondisi busnya apakah penuh sesak atau tidak," jelas Akbar.

Khusus untuk di Koridor V, lanjut Akbar, kamera itu dipasang pada 1 bus gandeng dengan tipe JMT 605. Di bus itu terdapat 4 kamera.

"Dan kamera itu ada rekamannya yang fungsinya untuk merekam seluruh kejadian yang ada di dalam bus, sehingga kalau ada orang yang berbuat iseng rekaman itu bisa dijadikan alat bukti," ungkap Akbar.

Uji coba tersebut sudah dilakukan satu bulan lalu. Selain itu, di dalam bus nantinya informasi pemberhentian halte berikutnya juga akan ditampailkan dalam display otomatis.

"Jadi tidak pramudi lagi yang tekan tombol. Sudah otomatis dengan sistem GPS nya," tandasnya.

(lia/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads