Menurut nelayan, kebiasaan mudik dengan kapal tersebut sudah berlangsung lama. Sebab, biaya murah menjadi alasan utama.
“Sangat mengurangi beban biaya. Karena 1 kapal dapat membawa 8-10 penumpang. BBM hanya Rp 200 ribuan sudah sampai. Kalau pakai bus kan bisa 3 kali lipat,“ kata Bandi (40), saat bersiap mudik lewat pelabuhan ikan TPI Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (23/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Yang pasti anti macet,“ imbuhnya sembari tertawa lepas.
Selain para nelayan dari Cilincing, belasan kapal nelayan juga singgah disini. Mereka berasal dari kawasan Muara Baru, Muara Gembong hingga Pulau Seribu. Sore ini mereka mudik ramai-ramai dengan selisih waktu tidak bersamaan, tergantung dari jarak tujuan.
“Kalau yang paling jauh berangkat siang. Yang dekat ya sore-sore saja,“ tandasnya.
(Ari/mad)











































