Perahu Tempel, Solusi Mudik Anti Macet Warga Pesisir

Perahu Tempel, Solusi Mudik Anti Macet Warga Pesisir

- detikNews
Selasa, 23 Agu 2011 16:35 WIB
Jakarta - Puluhan nelayan miskin di Pantai Jakarta mulai mudik ke daerah masing-masing, kebanyakan menuju Indramayu dan Cirebon. Uniknya, keberangkatan mereka bukan dengan bus atau kereta api, melainkan dengan kapal tempel motor penangkap ikan yang digunakan sehari-hari.

Menurut nelayan, kebiasaan mudik dengan kapal tersebut sudah berlangsung lama. Sebab, biaya murah menjadi alasan utama.

“Sangat mengurangi beban biaya. Karena 1 kapal dapat membawa 8-10 penumpang. BBM hanya Rp 200 ribuan sudah sampai. Kalau pakai bus kan bisa 3 kali lipat,“ kata Bandi (40), saat bersiap mudik lewat pelabuhan ikan TPI Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (23/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja, waktu tempuh relatif lebih lama dengan perjalanan darat yakni mencapai 8 jam. Namun, kenyaman para penumpang bisa lebih terjaga dengan tempat duduk yang dilapisi busa atau dakron. Bentuknya sudah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga kapal yang biasa digunakan menankap ikan atau kerang hijau bisa untuk perjalanan jauh.

“Yang pasti anti macet,“ imbuhnya sembari tertawa lepas.

Selain para nelayan dari Cilincing, belasan kapal nelayan juga singgah disini. Mereka berasal dari kawasan Muara Baru, Muara Gembong hingga Pulau Seribu. Sore ini mereka mudik ramai-ramai dengan selisih waktu tidak bersamaan, tergantung dari jarak tujuan.

“Kalau yang paling jauh berangkat siang. Yang dekat ya sore-sore saja,“ tandasnya.

(Ari/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads