KPK Jangan Terpancing Drama Nazaruddin, Usut Tuntas Kasus Kemenpora

KPK Jangan Terpancing Drama Nazaruddin, Usut Tuntas Kasus Kemenpora

- detikNews
Selasa, 23 Agu 2011 15:33 WIB
KPK Jangan Terpancing Drama Nazaruddin, Usut Tuntas Kasus Kemenpora
Jakarta - KPK diminta tidak terpancing drama yang terus dipertontonkan Nazaruddin. Mulai dari cuci otak, belum makan 2 hari, berkirim surat ke SBY, dan sekarang minta pindah tahanan dinilai hanya modus pengalihan perhatian.

"Patut dicurigai ini upaya mengulur pemeriksaan, dan bisa saja ada indikasi sebagai bagian mengatur negosiasi dengan pihak yang mempunya kepentingan politik tertentu," kata peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (PuKAT) UGM, Hifdzil Alim saat dihubungi detikcom, Selasa (23/8/2011).

Nazaruddin saat ini menjadi 'anak cantik' yang tentu menjadi rebutan banyak pihak. Ada yang ingin menyelamatkan diri dengan melobi Nazaruddin, ada juga yang memanfaatkan mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) itu untuk kepentingan politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu KPK tidak perlu menanggapi sandiwara Nazaruddin. Semua sudah dibantahkan dengan video yang dirilis KPK. Jadi sekarang tidak perlu ambil pusing, fokus pada menuntaskan pemeriksaan dan menyelidiki siapa saja pihak lainnya yang terlibat," terangnya.

KPK juga harus mengamankan Nazaruddin dari kepentingan politikus tertentu. Penting untuk mendapatkan informasi dari Nazaruddin untuk membongkar kasus yang lebih besar.

"Jangan sampai ada kepentingan lain yang masuk dan malahan kasus Nazaruddin dibonsai," jelasnya.

Terkait surat balasan SBY kepada Nazaruddin, meski ada pernyataan agar kasus dibuka selebar-lebarnya, tetapi pernyataan itu belum konkrit.

"Harusnya SBY juga tegas menyebut jangan ada kader PD yang melakukan intrvensi, siapa yang melakukan intervensi mempengaruhi Nazaruddin akan dipecat. Jauhi Nazaruddin dari intervensi politik, itu yang penting," tuturnya.

(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini