"Jangan sekali meninggalkan rumah atau kos-kosan dalam keadaan kosong tanpa penjaga atau memberitahukan kepada orang lain," kata Tjuk Basuki seusai rapat koordinasi penanganan Lebaran Terpadu 2011 di Gedung Pracimoso, Kepatihan, Selasa (23/8/2011).
Menurut Tjuk, Yogyakarta memang cenderung ramai saat musim Lebaran. Namun banyak juga sebagian warga yang justru meninggalkan Yogyakarta untuk mudik ke daerahnya masing-masing. Contohnya para mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjuk juga memerintahkan jajaran Polres, Polresta hingga polsek untuk meningkatkan patroli keamanan di wilayah pemukiman baik menjelang hari raya lebaran maupun setelah hari raya. "Saat salat Idul Fitri, jangan lupa rumah dikunci dengan rapat meski hanya untuk salat Id di lapangan yang tidak lama," kata dia.
Menurut Tjuk rapat koordinasi penanganan lebaran terpadu tahun ini dihadiri berbagai instansi terkait seperti dari Pertamina, Bulog, PLN, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, Angkasa Pura I dan TNI AU, Korem 072/Pamungkas, dan Lanal DIY. Dalam rapat sembako seperti beras, gula pasir, telur, tepung terigu dan lain-lain masih mencukupi selama lebaran. Khusus beras dan gula pasir, stok pangan di DIY mencukupi hingga akhir tahun 2011.
"Pertamina juga menjamin pasokan premium di SPBU-SPBU akan lancar hingga 19 hari setelah lebaran. Stok gas elpiji juga tidak ada masalah. Dan dari PLN juga ada jaminan tidak akan ada pemadaman listrik," pungkas dia.
(bgs/ken)











































