Kisah ini disampaikan Idris saat ia diperiksa sebagai terdakwa untuk perkara suap wisma atlet di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2011).
"Putra saya meninggal, 17 hari setelah saya ditangkap," kata Idris sambil menangis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putra Idris, Mohammad Salman, tewas akibat kecelakaan mobil di Tol TB Simatupang, 8 Mei silam. Padahal, hari sebelumnya, putra Idris sempat menjenguk dirinya di dalam tahanan.
"7 Mei ke (Rutan) Salemba, dia peluk saya. Minggu pagi, 8, mobilnya terguling," ujar Idris.
"Mungkin dia terguncang, mungkin, tapi Tuhan yang tahu," jelasnya.
Beberapa keluarga Idris yang setia hadir dalam setiap persidangan juga tak kuasa menahan tangis. Dua putri Idris terlihat terus menerus menyeka air mata.
(mok/mad)











































