Evakuasi 19 WNI di Libya Terkendala Putusnya Sambungan Komunikasi

Evakuasi 19 WNI di Libya Terkendala Putusnya Sambungan Komunikasi

- detikNews
Selasa, 23 Agu 2011 13:24 WIB
Evakuasi 19 WNI di Libya Terkendala Putusnya Sambungan Komunikasi
Jakarta - Sebanyak 19 warga negara Indonesia saat ini masih berada ibukota Libya, Tripoli. Evakuasi para WNI tersebut terkendala oleh putusnya sambungan telepon dalam beberapa terakhir. Namun, 19 WNI itu dipastikan aman.

"Dalam beberapa hari terakhir, khususnya sejak Tripoli dikepung oleh pasukan anti Khadafi, kondisi komunikasi dengan WNI di Libya memburuk. Sambungan telepon terputus dari tanggal 16 Agustus 2011, dan baru mulai tersambung lagi hari ini, Senin, 22 Agustus. Hal ini mengakibatkan upaya evakuasiWNI menemui banyak hambatan," kata staf KBRI Tunis, M Yazid, kepada detikcom, Selasa (23/8/2011).

Menurut Yazid, 19 WNI yang masih berada di Tripoli itu terdiri dari 18 orang TKW dan 1 orang TKL non formal. Mereka tinggal di ibukota Tripoli dan sekitarnya. Mereka adalah WNI yang masih bertahan di Libya dan menolak atau tidak dapat ikut pada evakuasi-evakuasi sebelumnya karena berbagai sebab dan alasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberadaan ke-19 WNI tersebut dapat diketahui berkat berbagai informasi yang dikumpulkan sedikit demi sedikit oleh Tim Evakuasi KBRI Tunis. Sebagai tenaga kerja non formal di Libya, mereka tidak pernah melaporkan diri ke KBRI, padahal pelaporan tersebut merupakan hal yang sangat penting.

"Terlebih lagi, banyak majikan yang memang tidak menginginkan TKI yang bekerja di rumahnya berhubungan dengan pihak di luar keluarga dan kerabat para majikan tersebut," kata Yazid.

Yazid mengatakan, KBRI Tunis berhasil kembali menghubungi beberapa orang dari mereka setelah masuknya pasukan oposisi ke kota Tripoli dan berkecamuknya perang antara pihak pro dan anti Khadafi. KBRI Tunis meminta WNI untuk untuk tetap waspada dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan risiko yang tidak perlu.

"Mereka diingatkan agar tidak keluar dari rumah kediaman masing-masing sembari menunggu instruksi selanjutnya. Mereka juga diminta untuk tetap mengaktifkan HP mereka dan selalu berusaha melakukan kontak dengan KBRI Tunis dan dengan Muhammad Abdelhafiz, warga Libya pegawai setempat KBRI Tripoli," ucap Yazid.

(irw/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini