"Itu semua strategi untuk mengecohkan kerja-kerja KPK saja," kata peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok pada detikcom, Selasa (23/8/2011).
Jamil menilai, seandainya Nazaruddin memiliki niat untuk menuntaskan dan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus suap wisma atlet dan kasus lainnya, sebaiknya segera saja kooperatif dengan KPK agar penyidik bisa bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecurigaan Jamil semakin beralasan. Kini banyak pihak malah sibuk menyerang KPK dan mempersoalkan kondisi Nazaruddin, bukan substansi kasus dan pihak yang terlibat di kasus itu.
"Manuver-manuvernya nampak sebagai usaha untuk membiasakan penyelesain kasus yang menimpanya. Nazaruddin harus menjadi diri sendiri, jangan mau disetir oleh pihak-pihak lain. Manuver-manuvernya justru akan menyulitkan dirinya sendiri," tuturnya.
(ndr/nrl)










































