Namun hal tersebut dinilai juga akan mengalami kegagalan, karena pembahasan di Setgab koalisi selama ini berujung pada kegagalan.
"Silakan kalau kemudian Demokrat ingin menarik ke Setgab. Tapi itu pasti akan gagal karena dari pengalaman sebelumnya menghimpun kekuatan di Setgab selalu berujung kegagalan," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti saat berbincang dengan detikcom, Senin (22/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah apakah kalai Setgab akan bisa membuat sebuah keputusan yang bulat, saya yakin tidak. Karena DPR itu lebih sulit diawasi dan dikontrol," terangnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima usulan ranking yang diberikan pansel KPK untuk diprioritaskan. Partai Demokrat pun akan mengikuti anjuran Presiden SBY dan melobi Setgab koalisi untuk meloloskan empat calon pimpinan KPK urusan teratas.
"Pansel kan sudah punya banyak penilaian dari berbagai aspek. Berdasarkan penilaian itu tentu Pansel membuat ranking, itulah ranking yang ada dan itu harus menjadi prioritas," tutur Sekretaris FPD DPR, Saan Mustopa, kepada detikcom, Senin (22/8).
Karena itu sudah pasti PD akan memilih empat calon pimpinan KPK pada posisi teratas. "Jadi empat teratas itu yang diprioritaskan untuk dipilih menjadi pimpinan KPK," tuturnya.
PD juga berharap partai koalisi berpandangan sama. PD akan memasukkan agenda pembahasan mengenai calon pimpinan KPK dalam agenda Setgab kaolisi setelah Lebaran nanti.
"Komisi III akan melakukan fit and proper test. Kita akan mengupayakan berbagai upaya di koalisi untuk menyamakan persepsi, kita akan upayakan koalisi untuk bertemu membicarakan tantangan kebutuhan KPK ke depan seperti apa. Kami akan usahakan ada kesepakatan di Setgab," tutur Saan.
Berikut 8 nama calon pimpinan KPK hasil seleksi Pansel yang dikirim Presiden ke DPR, berdasarkan ranking:
1. Bambang Widjojanto
2. Yunus Husein
3. Abdullah Hehamahua
4. Handoyo Sudradjat
5. Abraham Samad
6. Zulkarnain
7. Adnan Pandu Praja
8. Aryanto Sutandi
(her/nvc)










































