Sambil menunggu upacara, Ketua MA, Harifin Tumpa nampak asik berbicara sendiri dengan Ketua BPK, Hadi Purnomo. Alumnus angkatan pertama Universitas Hasanuddin ini nampak santai berbincang dengan Hadi, sambil sesekali memainkan tangannya dan mengumbar senyum. Dia cuek dengan keberadaan orang di samping kanannya, Ketua KY Eman Suparman.
Hanya beberapa centimeter di sebelahnya, Eman Suparman nampak tegang. Mengenakan dasi merah, dia nampak kaku memandang ke depan. Guru Besar Universitas Padjadjaran Bandung ini sama sekali tidak menggeserkan mukanya menatap ke arah Ketua MA.
Selama kurun waktu tersebut, Ketua MA nampak lebih rileks. Dia bebas memalingkan mukanya ke kanan atau ke kiri. Namun, hal ini tidak ditanggapi oleh Ketua KY. Untuk melepas kecanggungannya, Ketua KY sesekali menyapa Wakil Ketua MPR, Melani Leimeina Suharli.
Aksi diam, tidak tegur sapa dan tak acuh ini berlangsung hingga acara selesai. Ketika tamu undangan dipersilakan memberikan ucapan selamat ke Mahfud MD, mereka kompak berdiri tanpa bertegur sapa. Komunikasi yang sangat kaku ini ditampilkan oleh pejabat negara selama kurun 1 jam.
Ketegangan 2 pucuk pimpinan ini seakan menggambarkan jarak antar kedua lembaga negara ini. Seperti KY yang merekomendasikan hakim kasus Antasari Azhar untuk diberikan sanksi bebas perkara selama 6 bulan. Namun, MA ancang-ancang menolak rekomendasi tersebut sepanjang dasar rekomendasi KY adalah putusan hakim.
Perseteruan tersebut tidak hanya perang urat syaraf. Namun sampai tingkat kepolisian. Yaitu MA mempolisikan komisioner KY, Suparman Marzuki pada Senin (11/7/2011) dengan tuduhan melakukan penghinaan kepada MA. Mendapati ancaman pidana ini, Suparman pun langsung angkat bendera putih. Alhasil, MA pun mencabut laporannya.
(asp/her)











































