"Saya rasa itu cuma pura-pura dan sebuah trik agar ia bisa diringankan hukumannya," ujar Hamdi, usai diskusi 'Posisi dan Relevansi Metode Survei Dalam Mengukur Kinerja Lembaga-Lembaga Publik' di Resto Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/8/2011).
Hamdi berpendapat, trik pura-pura lupa tersebut digunakan karena itu sebuah tren. Ia menilai, trik 'lupa ingatan' tersebut diadopsi dari Nunun Nurbaeti, terduga, kasus suap pemilihan Deputi Gubernur BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trik lupa ingatan, lanjut Hamdi, bisa juga digunakan lantaran Nazaruddin sudah dalam posisi terdesak. Menurutnya, dalam sebuah tekanan seseorang pasti akan menggunakan segala macam cara untuk keluar dari tekanannya.
(gah/gah)










































