"Kita minta tes DNA, tapi dari keluarga, berdasarkan ciri fisik, keluarga 100 persen yakin dari giwang dan kalung, kemudian baju terakhirnya yang dipakai. Kondisi rambut sudah rontok," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Setija Junianta saat dihubungi wartawan, Senin (22/8/2011).
Setija mengatakan, Livia terakhir berkontak dengan keluarganya pada 16 Agustus lalu. Korban terakhir kali terlihat pergi dari kampus dengan menumpang kendaraan umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setija mengatakan, hingga saat ini baru dua saksi yang diperiksa. Namun ke depan, pemeriksaan akan diintensifkan dengan memanggil dosen dan juga teman-teman kampus Livia.
"Di polsek sudah dua saksi dari pelapor. Nanti kita intensifkan ke saksi lainnya, seperti dosen dan teman kampus. Tapi mereka kita ambil keterangan saja, belum dalam BAP," kata Setija.
Mayat yang diduga Livia itu ditemukan warga Cisauk, Tangerang di dalam selokan sedalam 2 meter. Setelah dicocokkan dengan bentuk tubuh dan pakaian yang dikenakan korban, polisi menemukan ada kecocokan dengan ciri-ciri mahasiswi Binus yang hilang sejak 16 Agustus itu.
(ken/fay)










































