"Kami mengimbau agar pemudik yang bepergian untuk tetap waspada. Jangan menggunakan perhiasan emas yang mencolok serta jangan tinggalkan rumah dalam keadaan kosong," kata Kapolda DIY Brigjen Tjuk Basuki seusai acara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo 2011 di Mapolda DIY di Ringroad Utara Sleman, Senin (22/8/2011).
Menurut Tjuk, kriminalitas dan kerawanan yang bisa terjadi antara lain penjambretan, gendam, pencurian, perampokan maupun pembiusan. Pencurian dan perampokan bisa terjadi saat pemudik meninggakan rumah dalam keadaan kosong. Pembiusan bisa terjadi saat penumpang naik di kendaraan bis atau kereta api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dalam Operasi Ketupat Progo 2011 ini sebanyak 2.500 personel Polda DIY diturunkan untuk pengamanan Lebaran tahun ini. Selain di jalan raya, pengamanan juga dilakukan di pusat-pusat keramaian seperti mal, tempat rekreasi dan tempat ibadah.
"Khusus di jalan raya yang menghubungkan dengan daerah lain terutama dengan provinsi Jawa Tengah baik di perbatasan Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul, telah didirikan pos-pos terpadu yang siap siaga 24 jam penuh," katanya.
Tjuk menambahkan pihaknya bersama instansi terkait lainnya juga telah memeriksa kelengkapan lampu pengatur lalu lintas, lampu penerangan jalan, marka, lintasan kereta api dan kelayakan jalan.
"Semua sudah kita cek dalam kondisi yang baik. Namun kami juga mengingatkan kondisi jalan yang mulus dan baik, para pemudik harus tetap waspada di jalan," pesan dia.
(bgs/fay)











































