Panwaslu Jateng Waspadai Dampak Negatif Final Euro 2004
Kamis, 01 Jul 2004 15:45 WIB
Semarang - Daya magis final pergelaran Euro 2004 yang akan ditayangkan langsung 5 Juli dinihari oleh salah satu televisi nasional membuat was-was Panwaslu Jateng. Mereka khawatir para penyelenggara, pemilih, dan anggota Panwaslu sendiri menghabiskan energinya nonton malam final itu sehingga kerja-kerja pilpres bisa terganggu.Ketua Panwaslu Jateng Nur Hidayat Sardini kepada detikcom di kantornya, Jl. Veteran Semarang, Kamis (1/7/2004), mengatakan mereka-mereka yang terlibat dalam penyelenggaraan pilpres mengalami kelelahan setelah begadang nonton pertandingan sepak bola antarnegara Eropa itu."Kalau tidak salah, final Euro digelar menjelang pelaksanaan coblosan persis. Bagi mereka yang maniak bola dan kebetulan ikut terlibat dalam penyelenggaraan pemilu kan repot. Karena tontonan itu tak hanya menyedot energi fisik saja, tapi juga psikis," terang Sardini.Dikatakan Sardini, kelelahan itu bisa berakibat fatal pada proses penghitungan suara. Untuk itu, dirinya berharap setiap orang bisa menahan diri agar tidak terlalu larut dalam kegemarannya dan lupa tugas dan tanggung jawabnya."Kami sudah menyampaikan hal ini pada anggota kami dan seluruh relawan. Mereka kami minta untuk waspada. Bukan melarang lho, tapi hanya waspada saja kalau ada sesuatu yang janggal," imbuh dosen Fisip Undip Semarang ini.Sekadar diketahui, pada 4 Juli malam juga digelar siaran langsung F1 di TPI. Pada 5 Juli dinihari siaran langsung GP7 di TV7. Lalu disambung final Piala Eropa di RCTI.Pelanggaran KampanyeSementara, anggota Bidang Pengawasan Panwaslu Jateng Ahsanul Minan belum bisa dikonfirmasi masalah pelanggaran kampanye. Ia beralasan, jadwal kampanye belum berakhir sehingga Panwaslu belum bisa membeberkan data pelanggaran."Kita hanya punya data sampai minggu kedua saja. Itu pun saya lupa detailnya. Yang terang, pasangan Mega - Hasyim menempati ranking pertama saat itu. Tapi pelanggaran yang mereka lakukan hanya pelanggaran administratif," papar Minan pada detikcom.Minan menambahkan, yang masih dalam penyelidikan dan menjadi sorotan Panwaslu pada kasus Mega- Hasyim adalah masalah kunjungan kenegaraan Mega di Magelang yang diduga dimanfaatkan untuk berkampanye."Besok atau lusa kami akan selesaikan rekap pelanggaran masing-masing pasangan di Jateng. Kami berharap semua orang bisa belajar dari pengalaman ini," demikian Minan.
(nrl/)











































