"Sarana yang kita gunakan untuk memantau mudik itu ada helikopter, nanti stand by di Mabes Polri," ujar Kakor Lantas Polri Brigjen Djoko Susilo kepada wartawan usai Gelar Pasukan Operasi Ketupat Jaya 2011 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2011).
Djoko mengatakan, pertumbuhan pemudik yang menggunakan angkutan darat terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini disebabkan adanya peningkatan produksi kendaraan setiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko mengatakan, helikopter digunakan untuk mengangkut petugas agar bisa menembus ke titik kemacetan secepat mungkin. Jika ditemukan kondisi lalu lintas di jalur mudik itu sudah mengalami deadlock, petugas akan diterjunkan langsung dari helikopter ke titik kemacetan dengan tali rappeling.
"Dengan helikopter akan lebih cepat petugas untuk mencapai lokasi kemacetan, sehingga lebih cepat juga bagi petugas untuk mengatur lalu lintas," jelasnya.
Selain menerjunkan petugas rappeling, polisi bersepatu roda juga diturunkan ke lokasi kemacetan. Ia menambahkan, petugas akan melaporkan langsung melalui helikopter ke pusat monitoring di National Traffic Management Center (NTMC). Sementara di masing-masing Polda juga tersedia TMC yang akan melaporkan situasi lalu lintas di wilayahnya ke NTMC setiap saat.
"Pusat monitornya di Cikopo, krannya nanti di situ. Pada saat mana dialihkan ke utara dan selatan, di situ pusatnya," tutupnya.
(mei/irw)











































