"Untuk apa, apanya yang ditekan. Yang disebut Nazaruddin kan orang-orang Demokrat semua, kecuali Wayan Koster. Aneh lagi kalau kunjungan disebut intervensi," kilah Bambang.
Hal ini disampaikan Bambang menanggapi tudingan PD terkait adanya politisi parpol lain yang menekan Nazaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang juga membela rekan-rekannya sesama anggota Komisi III DPR yang menjenguk Nazaruddin. Menurutnya kunjungan tersebut tidak bisa diartikan sebagai intervensi.
"Yang namanya intervensi kan menekan pengambil keputusan agar menuruti keinginan yang mengintervensi. Nah pertanyaan kemudian, kekuatan mana yang bisa intervensi KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan?," kilah Bambang lagi.
Menurutnya justru partai besar pemenang pemilu yang mampu mengintervensi kasus Nazaruddin. Tentu jika partai tersebut punya kepentingan besar yang terganggu.
"Tentu bukan partai kalah pemilu atau pihak yang tidak mempunyai kekuasaan atau di luar istana. Pasti partai pemenang pemilu dan orang dalam istana," tandasnya.
Sebelumnya Partai Demokrat menuding ada mafia anggaran dari partai lain yang tengah menekan Muhammad Nazaruddin. Mereka menekan agar namanya tidak disebutkan Nazaruddin dalam pengakuannya di depan KPK.
"Nazaruddin sekarang ditekan kiri kanan terutama partai lain yang di luar Demokrat. Mafia anggaran yang nekan kiri kanan. Mereka menekan awas kalau nyebut nama dia," ujar anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok kepada detikcom, Senin (22/8/2011).
(van/ndr)










































