"Untuk yang paling tinggi ialah sabotase dan teror. Perjalanan kereta api semua dikawal dengan ketat oleh TNI bersama Polri," kata ujar Kapolri Jenderal Timur Pradopo usai memimpin apel Operasi Ketupat Jaya 2011 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2011).
Kapolri mengatakan Polri bersama TNI melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya sabotase dan teror. Untuk pesawat terbang, Polri akan berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kapolri, pihaknya berusaha untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu-lintas baik angkutan darat, laut, dan udara. Dalam arus mudik maupun balik, lanjut Kapolri, polisi juga berusaha menjamin kelancaran distribusi barang pokok, BBM dan listrik sehingga tidak timbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaannya.
"Juga dapat mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman aksi terorisme, mengingat ada beberapa tersangka terorisme yang masih DPO," jelasnya.
Polri menggelar operasi ketupat 2011 selama 16 hari dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum dengan didukung sekitar 96.424 personil diseluruh Indonesia yang akan mengisi pos-pos pengamanan dan pelayanan bersama komponen masyarakat, memberi perlindungan dan pelayanan.
(mpr/ndr)











































