Seperti dalam rekaman di Mako Brimob pada Senin (15/8) yang didengarkan detikcom, Nazaruddin dengan percaya diri membagi pengetahuannya kepada penyidik KPK yang menemaninya mengobrol.
Nazaruddin bicara soal anggaran yang diberi tanda bintang di dalam APBN. Itu bisa jadi pintu masuk bagi sejumlah pihak untuk melobi DPR dan memuluskan anggaran. "Jadi tidak ada yang ke DPR lagi," aku Nazaruddin menasihati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia membeberkan dalam setiap tender, selalu ada pihak-pihak yang membawa beberapa perusahaan. Misal si A mengikutsertakan 4 perusahaan dan si B 5 perusahaan. Kemudian lagi produk dimainkan dan spesifikasi barang juga dimainkan.
"Anggaran harus transparan, sistem ini harus didorong. 180 derajat harus ada perubahan di anggaran. Ada sistemnya dan sanksinya," terang Nazaruddin yakin.
Secara umum, lanjut Nazaruddin menasihati penyidik KPK, seluruh tender proyek pemerintah sudah diatur yakni penunjukan langsung. Untuk itu dia meminta KPK agar melakukan pengawasan.
"Segala penunjukan langsung lama-lama akan jadi bom waktu yang akan meledak," akunya.
Sedikit dia berbagi cerita soal main anggaran di DPR. Dengan enteng dia menyebut sejumlah partai yang banyak bermain proyek dan politisinya dikenal lihai. Namun Nazaruddin menyebut, dari seluruh anggota DPR tidak semua ikut bermain proyek.
"Mereka umumnya minta uang muka di depan. Ini yang harus disempurnakan oleh KPK," terang Nazaruddin.
Dalam perbincangan ringan itu tidak tampak Nazaruddin ketakutan. Dia juga tampak santai dan sesekali dia melempar tawa. Namun memang Nazaruddin mengaku tidak kerasan di Mako Brimob karena penjagaan yang ketat.
(ndr/fay)











































