Dalam video suasana di dalam pesawat hingga pesawat itu mendarat yang dilihat detikcom, Senin (22/8/2011), Nazaruddin terlihat bercakap-cakap dengan petugas gabungan dari KPK, Polri, dan Kemenkum HAM selama dalam perjalanan. Bahkan, Nazaruddin juga terlihat pulas tidur sambil rebahan.
Pesawat yang membawa Nazaruddin dari Bogota tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur pukul 19.52 WIB, Sabtu (13/8/2011). Begitu pesawat berhenti sempurna, iring-iringan mobil penjemput mendekati pesawat. Sebuah mobil KIA Travello diparkir paling dekat dengan tangga pesawat Gulfstream warna putih itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat akan turun dari pesawat, petugas juga melakukan upaya-upaya penyelamatan terhadap Nazaruddin. Salah satunya, Nazaruddin diminta menggunakan rompi antipeluru. "Tolong rompi, rompi," teriak petugas. Setelah itu, rompi itu pun dikenakan Nazaruddin.
Namun, beberapa menit kemudian, Nazaruddin diminta melepas rompi antipeluru itu kembali. Rupanya, petugas masih merasa khawatir dengan keselamatan Nazaruddin dengan hanya mengenakan rompi tersebut.
Lantas seorang petugas meminta kembali rompi antipeluru yang lebih tebal. "Ini lebih agak berat, tapi ini lebih aman," kata petugas itu kepada Nazaruddin saat memakaikan rompi itu. Setelah mengenakan rompi, Nazaruddin membalut tubuhnya dengan jaket warna cokelat. Saat itu, wajah Nazaruddin memang terlihat agak kusut dan lelah.
Persiapan koordinasi dan upaya penyelamatan Nazaruddin di dalam pesawat berlangsung sekitar 15 menit. Pada pukul 20.07 WIB, Nazaruddin mulai turun dari pesawat dengan kawalan petugas. Dia langsung dinaikkan mobil KIA Travello menuju Mako Brimob, tempat penahanan tersangka kasus suap dalam proyek tender Wisma Atlet itu.
(asy/anw)










































