Dalam rekaman perbincangan di Mako Brimob dengan sejumlah petugas pada Senin (15/8) yang didengarkan detikcom, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) itu, ingin segera dipindahkan ke LP Salemba atau Cipinang.
"Saya ini seperti semacam teroris," kata Nazaruddin dalam rekaman percakapan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya langsung disidang juga gak apa-apa. Saya minta pindah, saya minta tolong. Saya akan buat tertulis," kata Nazaruddin.
Nazaruddin terus mengemukakan alasan ingin segera pindah. Saat berada di Komisi III DPR, dia pernah berkunjung ke sejumlah Lapas dan di sana kondisinya lebih bebas.
"Di sini tidak boleh keluar. Padahal idealnya Rutan itu ada taman untuk olahraga. Kalau saya tidak dipindahkan saya langsung divonis saja," terang Nazar dengan mengiba.
Penyidik yang berbincang pun mencoba memberi pengertian. Penempatan di Mako Brimob dimaksudkan agar Nazaruddin bisa lebih tenang dan fokus untuk membongkar kasusnya. Bila menghuni tempat lain, akan banyak pihak yang menemui dia. Jaminan keselamatan Nazaruddin juga akan menjadi taruhan.
"Pimpinan KPK dan Polri mengharapkan Pak Nazar dijaga keamanannya khawatir diganggu banyak orang. Kalau Pak Nazar di Cipinang, keamanan lebih sulit," tegas seorang penyidik.
Nazaruddin pun dipersilakan untuk keluar tahanan Mako Brimob untuk mengakses udara bebas bila mau. Namun tentu dengan pengawalan. "Hal yang merupakan ketentuan mengenai ruang terbuka bisa diakses," timpal seorang penyidik.
Dalam perbincangan itu, penyidik tidak menghalangi seandainya Nazaruddin ngotot tetap ingin pindah ke tempat lain. Nazaruddin diminta menulis surat mengajukan permohonan kepada pimpinan KPK.
"Kalau Pak Nazar ingin sesuatu kami dukung," imbuh seorang penyidik.
Dalam perbincangan santai di Rutan Mako Brimob itu, tidak lupa penyidik juga memberi kesempatan Nazaruddin untuk bercukur. Setelah tahu Nazaruddin belum mencukur cambangnya, seorang petugas membawakan pisau cukur dan kaca bagi Nazar.
Penyidik dalam perbincangan itu juga malah membantu Nazaruddin untuk segera melakukan kontak dengan Nasir, adiknya. Seorang petugas mencoba menghubungi Nasir, karena Nazaruddin sangat ingin bertemu dengan saudaranya itu.
(ndr/anw)











































