Pernyataan tersebut Irman nyatakan disela-sela buka bersama Ramadan dengan sejumlah tokoh dan intelektual di kediamannya di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan, Minggu (21/8/2011). Hadir dalam agenda tahunan tersebut seperti akademisi Sadli Isra dan politisi Partai Gerindra Fadli Zon.
"Momen Ramadan waktu bagi kita merefleksikan diri bersama. Kita jangan saling menunjuk orang lain, tetapi kita tunjuk diri kita. Kita tidak boleh menghujat, itu bukan sifat Islam. Tapi kita boleh mengoreksi, mengingatkan itu penting. Pesimisme, menghujat itu sifat setan," kata Irman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita seperti ganti kulit. Dimana lagi ada negara seterbuka ini? Segala kasus, isu bisa dibuka sedemikian transparan. Cuma semua butuh waktu, proses (untuk menyelesaikan)," imbuhnya.
"Tidak ada lembaga tunggal yang mampu menyelesaikan. Ya presidennya, ya DPR-nya, ya bupatinya. Jangan segala masalah ditimpakan ke presiden. Mungkin ada masalah di bupatinya, DPR-nya," imbuh putra Minang ini.
(Ari/anw)











































