KM Prince Soya sedianya berlayar menuju Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (21/8/2011), sekitar pukul 10.00 WITA. Administrator Pelabuhan menahan keberangkatan kapal lantaran diketahui telah mengangkut penumpang melebihi kapasitas 2.000 orang penumpang.
Pantauan detikcom di lokasi Pelabuhan Samarinda, petugas keamanan gabungan TNI dan Polri terlibat perundingan serius di Kantor Administrator Pelabuhan, di Jl Pelabuhan. Akhirnya, sekitar pukul 14.15 Wita, petugas gabungan meminta penumpang kelas ekonomi untuk turun dari kapal dan pindah ke KM Queen Soya yang juga bersandar di Pelabuhan Samarinda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KM Queen Soya akan berangkat hari ini juga tanpa membeli tiket baru," kata petugas itu.
Proses penurunan penumpang berlangsung sekitar pukul 14.25 WITA dengan pengawalan ketat petugas keamanan gabungan. Namun di sela penurunan penumpang, Kepala Administrator Pelabuhan Samarinda Amiruddin yang memimpin jalannya proses penurunan penumpang, terlibat kericuhan dengan pihak KM Prince Soya yang menolak penumpangnya diturunkan dari atas kapal.
Bahkan Amiruddin nyaris dikeroyok dan beruntung kejadian itu dihalau petugas. Tidak hanya Amiruddin, petugas Administrator Pelabuhan lainnya, Yamin, juga nyaris mengalami hal yang sama. Namun lagi-lagi, petugas keamanan meredam emosi kedua belah pihak.
Di kantor Administrator Pelabuhan Samarinda Amiruddin mengatakan, terpaksa bersikap tegas terhadap KM Prince Soya lantaran diketahui kapal tersebut mengangkut melebihi kapasitas.
"Ada sekitar hampir 3.000 orang di atas kapal. Ini melampaui kapasitas 1.500 orang dan dispensasi 500 orang. Ini membahayakan keselamatan penumpang," kata Amiruddin.
"Mereka yang kita turunkan itu semuanya penumpang kelas ekonomi. Mereka mengantongi tiket resmi," sebut Amiruddin.
Amiruddin menyoal operator penjualan tiket KM Prince Soya yang menjual tiket melebihi batas kapasitas dan dispensasi yang telah ditetapkan.
"Mereka hanya memikirkan sisi bisnis menjelang Lebaran, tanpa memikirkan keselamatan pelayaran dan penumpang," tegas Amiruddin.
"Tapi sayang, belum ada yang mengatur tentang sanksi yang diberikan kepada operator penjualan tiket yang mengeluarkan tiket melebihi kapasitas itu," keluh Amiruddin.
Setelah proses penurunan penumpang selesai dilakukan, KM Prince Soya akhirnya berangkat berlayar meninggalkan Pelabuhan Samarinda sekitar pukul 16.25 WITA. Sedangkan 628 orang penumpang yang diturunkan dan kini berada di KM Queen Soya, dijadwalkan juga akan diberangkatkan hari ini juga.
"KM Queen Soya sebenarnya berangkat Rabu 24 Agustus. Tapi kami minta untuk memberangkatkan penumpang itu ke Parepare hari ini juga," tutup Amiruddin.
(fay/fay)











































