Demokrat Buka Bersama di Cikeas, Mubarok Beri Tausiyah

Demokrat Buka Bersama di Cikeas, Mubarok Beri Tausiyah

- detikNews
Minggu, 21 Agu 2011 17:30 WIB
Demokrat Buka Bersama di Cikeas, Mubarok Beri Tausiyah
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengundang para politisi PD berbuka puasa bersama. Seperti tahun lalu acara digelar di pendopo kediaman pribadi SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Secara umum tidak ada yang beda dibanding tahun-tahun lalu. Hanya saja kali ini, Minggu (21/8/2011), yang menjadi pencemarah adalah politisi PD, yaitu anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok.

"Nanti Pak Ahmad Mubarok yang beri tausiah," kata Ketum DPP PD, Anas Urbaningrum, di lokasi acara.

Pesertanya adalah seluruh anggota Fraksi PD di DPR dan pengurus DPP PD. Juga elit politisi senior PD yang mengawaki Dewan Pembina PD, Dewan Kehormatan PD serta Ketua DPD PD.

Berbeda dengan tahun-tahun lalu, acara berbuka puasa bersama kali ini berlangsung tertutup dari pers. Wartawan yang sudah berada di pendopo kediaman pribadi SBY di Cikeas diminta agar meninggalkan tempat.

"Tidak ada liputan. Silakan buat menunggu dahulu di luar," kata Kabiro Pers Istana Kepresidenan, DJ Nachrowi, menjelang acara dibuka pada pukul 17.00 WIB.

Berdasar susunan acara yang tadi dibacakan pembawa acara, tidak ada jadwal bagi Ketua Wanbina PD, SBY, menyampaikan arahan. Seusai tausiyah dan salat magrib, disambung makan malam lalu SBY dan Ani Yudhoyono meninggalkan lokasi acara.

Ini agak berbeda dengan jawaban yang Anas sampaikan saat ditanya soal jadwal SBY memberikan arahan. "Biasanya begitu (ada arahan)," ujar Anas yang dicegat sebelum acara dimulai.

Pada tahun-tahun lalu, acara buka puasa bersama digunakan SBY menyampaikan pesan-pesan bagi kader PD dalam menanggapi isu terkini. Kesempatan tahun ini mungkin agak berbeda dibanding sebelumnya terkait isu kasus mantan Bendahara Umum DPP PD, M Nazaruddin.

Sejak awal kasus dugaan suap proyek Wisma Atlet SEA Games 2011 Palembang sudah membuat PD bagai diterpa badai. Mulai dari tudingan keterlibatan beberapa orang elit politisi PD dalam kasus itu hingga wacana penggantian Anas Urbaningrum sebagai Ketum DPP PD.

Setelah M Nazaruddin berhasil ditangkap dan KPK memulai proses hukum kasusnya, badai yang menerpa PD tidak otomatis berhenti. Manuver Nazaruddin yang mengaku lupa dan berjanji untuk bungkam, dinilai membuat PD -terutama SBY- tersandera tudingan yang dilontarkan oleh Nazaruddin selama menjadi buronan di luar negeri.

(lh/nwk)


Berita Terkait