"Kalau ada tamu ke Jakarta dan menanyakan apa suvenir dari Jakarta, saya sebagai pimpinan Ibukota tidak mudah menjawab itu. Bingung," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam sambutan Jakarta Souvenir Design Award 2011, di Atrium Senayan City, Jakarta Selatan, Minggu (21/8).
Sebagai kota urban, kata Foke, Jakarta menjadi pusat bertemunya beragam kultur dan orang-orang dengan beragam latar belakang. Keragaman tersebut yang berdampak pada perkembangan produk budaya sebuah kota.
Di tempat sama, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jakarta, Tati Fauzi Bowo, mengatakan dari kompetisi suvenir yang digelar pihaknya diharapkan dapat mengeksplorasi Jakarta dalam sebuah suvenir. Dia berharap setiap desain suvenir dapat memunculkan ciri khasnya masing-masing.
"Keunikan adalah hal penting dalam sebuah karya dan menghasilkan sesuatu yang berbeda dari yang lainnya adalah bagian yang juga termasuk penting," kata Tati.
Dia berharap ke depan, suvenir yang dihasilkan para seniman dapat menjadi produk yang bisa dikembangkan dan mampu menciptakan lapangan kerja, serta diproduksi di industri rumahan.
"Selain itu, setiap mal diharapkan memiliki gerai suvenir khas Jakarta," ujar Tati.
Menanggapi usulan Ketua Dewan Kesenian Daerah Jakarta, CEO Senayan City Handaka Santosa menyampaikan, pihaknya siap melakukan pengembangan desain dari para kontestan yang terlibat dalam perlombaan suvenir 2011.
"Kita siap untuk pengembangan desain. Kalau perlu kita sharing dengan desainer luar supaya bisa mendunia," kata Handaka yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta.
(ahy/fay)











































