Polri Enggan Berspekulasi Soal Keberadaan Neneng

Polri Enggan Berspekulasi Soal Keberadaan Neneng

- detikNews
Minggu, 21 Agu 2011 15:34 WIB
Jakarta - Polisi masih menunggu hasil monitoring Interpol yang sedang memburu keberadaan istri M Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni. Polri enggan berspekulasi keberadaan Neneng.

“Kalau ada informasi di Malaysia, saya tidak berkomentar. Silakan tanya ke pihak Imigrasi (yang mengeluarkan pernyataan tersebut-red),“ kata Kabag Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu, (21/8/ 2011).

Boy menambahkan Polri masih menunggu perkembangan informasi lanjut dari Interpol yang beranggotakan 188 negara. Boy menegaskan, posisi Polri sebatas membantu kerja KPK dalam memburu Neneng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami ingin menegaskan, Neneng terkait penegakan tindak pidana korupsi, Polri niatnya memberikan bantuan. Polri tidak menangani perkara tersebut. Tapi dimintai bantuan dg jalur Interpol, mengkomunikasi dan mengabarkan. Kalau ada indikasi di suatu negara, ada informasi Interpol ke kita," imbuhnya.

Bila ada informasi dari Interpol, Polri pun langsung bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM serta KPK.

"Karena kita berhadapan dengan berbagai otoritas di sana (luar negeru),“ tutur Boy.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM melalui Kabag Humas Maryoto mengatakan ada indikasi Neneng berada di Malaysia.

"Berdasarkan catatan kami, Neneng keluar Kolombia pada 25 Juli 2011 dan masuk ke Malaysia. Sampai sekarang belum ada catatan dia meninggalkan Malaysia," tutur Kabag Humas Ditjen Imigrasi Maryoto ketika dihubungi, Minggu (21/8/2011).

Data dari Ditjen Imigrasi ini memperkuat data sebelumnya dari Dubes RI untuk Kolombia yang menyebut Neneng meninggalkan Bogota, Kolombia untuk menuju negeri Jiran.

"Dia minta kalau bisa pesawat mampir ke Malaysia. Ingin bertemu istrinya kayaknya," kata Kepala Konsuler KBRI Bogota, I Made Subagia, saat dihubungi detikcom, Jumat (12/8/2011) silam.

(Ari/nwk)


Berita Terkait