Kamal, surveyor PT Cililitan Utama Jaya dan bergerak di bidang penyewaan mobil, menuturkan untuk lebaran tahun ini jumlah penyewa mobil di tempatnya tergolong ramai daripada lebaran tahun sebelumnya.
"Kalau tahun kemarin tanggal segini mobil masih banyak, tapi sekarang sudah sisa 4 mobil lagi, 2 minibus dan dua sedan," kata Kamal saat ditemui detikcom di kantor penyewaannya di Jl Dewi Sartika, Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (21/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebaran sekarang ditambah 10 armada jadi 35 armada," sebutnya.
Para penyewa rata-rata sudah mulai melakukan survei penyewaan sejak seminggu di bulan puasa melalui sambungan telepon. Bila ada yang akan booking, pihak perusahaan rental akan langsung mengarahkan calon penyewa untuk memberikan uang muka Rp 1 juta.
"Kita enggak mau ambil risiko, bisa saja dia booking via telepon tapi enggak diambil-ambil mobilnya. Kalau begitu perusahaan yang ruginya," jelas Kamal.
Di tempat terpisah, Kepala Operasional PT C&J Rental Mobil, Pramono menuturkan hal senada dengan Kemal. Menurutnya lonjakan penyewaan kendaraan sudah dirasakan sejak satu minggu di bulan Ramadhan.
"Sekarang yang sisa cuma 3 kendaraan sedan. 12 minibus sudah semua di booking," kata Pramono.
Biaya sewa kendaraan dipatok Rp 550-600 ribu per hari. Rata-rata penyewa banyak menggunakan untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pram menggunakan teknik tersendiri dalam memasarkan jasa mobil sewaannya. Dia menetapkan paket sewaan minimal 5-10 hari.
"Kalau misalnya 3 hari kita tidak berikan. Dan kalau lebih dari 10 hari biasanya kita beri diskon," terangnya.
Bukan hanya kendaraan, bila si penyewa hendak menggunakan jasa sopir, perusahaan perental siap menyediakan sopir dengan tarif 150 ribu per hari. "Itu diluar makan, rokok, ya," ucap Pramono.
Pram menambahkan, para penyewa rata-rata memantek tanngal keberangkatan antara 26-27 Agustus 2011. Dia menduga hari itu para pegawan dan karyawan mulai meliburkan diri. "Ada juga yang pas malam takbir," katanya.
Guna menjamin kenyaman konsumennya dalam berkendaraan, pihak perental tidak mau ambil risiko. Mereka akan melakukan pengecekan kelaikan kendaraan yang nanti digunakan konsumen. Pengecekan sendiri dilakukan untuk kopling, rem, roda, busi, dan juga oli.
(ahy/gun)











































