"Bulan Oktober saya mau mendaki Kalimanjaro. Nanti pada bulan Desember, tepat di hari penyandang cacat, Monas akan saya panjat," kata pendaki tuna daksa ini saat dihubungi detikcom, Minggu (21/8/2011).
Sementara mengenai rencana pendakian ke Puncak Jaya Wijaya, lanjut pria kelahiran 9 September 1968 ini, hingga kini belum mendapatkan izin. Ia berharap izin itu bisa segera diterbitkan tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya justru ingin menyampaikan pesan bahwa sebetulnya penyandang cacat pun mampu kalau berusaha. Di balik kelemahan itu pasti ada kelebihan," tutur warga Desa Gendingan, RT 3 RW 6, Jebres, Solo.
Keluarganya pun tidak keberatan dengan kegemarannya ini. Bahkan istrinya, Nova Leni Indria (33) dan anaknya, Eka Satria (9), memberikan dukungan penuh. Leni gembira bukan main ketika mendengar kabar ia berhasil mencapai puncak Elbrus dengan satu kaki yang dimilikinya.
"Istri saya senang banget. Minta saya agar cepat pulang. Keluarga di Solo sudah pada menunggu," imbuh Sabar yang kehilangan seluruh kaki kanannya dalam kecelakaan kereta api tahun 1996 ini.
Sekadar diketahui, tahun 2009 lalu, Sabar menyabet emas di kejuaraan panjat tebing internasional di Korsel. Sabar berhasil mencapai puncak Elbrus pada 17 Agustus 2011 bertepatan dengan HUT ke-66 RI. Presiden SBY pun sempat melakukan teleconference dengan Sabar sehari kemudian.
(irw/fay)











































