"Alhamdulillah, Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan kepada saya. Keberhasilan ini berkat doa seluruh teman-teman, doa keluarga besar rakyat Indonesia," kata pendaki tuna daksa tersebut saat dihubungi detikcom, Minggu (21/8/2011).
Sabar yang saat ini masih di Moskow bercerita, ia mencapai puncak Elbrus pada Rabu, 17 Agustus 2011, sekitar pukul 16.45 waktu setempat atau 19.00 WIB. Sesampainya di puncak, ia langsung mengibarkan bendara merah putih dan melakukan salat 2 rekaat sebagai tanda syukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sabar, perasaannya ketika mencapai puncak Elbrus di ketinggian 5.642 mdpl itu tidak bisa digambarkan secara persis dengan kata-kata. Akan tetapi, menurutnya, dengan keberhasilan itu, ia ingin menyampaikan pesan bahwa orang yang cacat pun bukan berarti tidak bisa mengukir prestasi.
"Saya ingin menyampaikan pesan dan semangat bagi yang lain bahwa sebetulnya penyandang cacat pun mampu kalau mau berusaha. Setiap orang pasti punya kelemahan, tapi di saat yang sama juga mempunyai kelebihan," kata pria yang kehilangan kaki kanannya dalam kecelakaan kereta api tahun 1996 ini.
Sabar mengakui, medan di Gunung Elbrus cukup berat. Namun, dengan segala kekurangannya itu, akhirnya dia dan anggota Tim Tim Ekpedisi Merdeka bisa mengatasi cuaca dingin dan tebing-tebing yang terjal di Elbrus.
"Alhamdulillah semua bisa diatasi. Berat itu ternyata ada di diri kita sendiri. Semua permasalahan adanya di dalam diri kita. Kemarin semua tantangan saya hadapi apa adanya dengan kekurangan yang saya miliki," kata bapak satu anak ini.
Namun, Sabar, yang memang cukup berpengalaman mendaki gunung ini mengatakan, ia tidak ingin disebut telah berhasil menaklukkan Puncak Elbrus. Ia menganggap gunung adalah sahabat, bukan musuh yang harus dikalahkan.
"Saya kan bersahabat dengan gunung. Kalau saya bersahabat akan bisa mencapai mencapai puncak dengan selamat. Tapi kalau tidak mau bersahabat niscaya saya tidak akan mencapai puncak," tutupnya. Sabar mengatakan, kemungkinan ia akan pulang ke Indonesia pada 23 atau 24 Agustus mendatang.
(irw/fjr)











































