"Kami belum bicara itu. Hanura konsen fokus menyelesaikan internal partai untuk membesarkan partai dan memenangkan pemilu, ketimbang buru-buru memikirkan calon presiden," kata Ketua Umum Partai Hanura Wiranto kepada wartawan di sela-sela safari ramadan di Surabaya, Sabtu (20/8/2011).
Mantan cawapres pasangan Jusuf Kalla pada Pilpres 2009 ini mengatakan lebih memilih mengembangkan partai untuk menyongsong pertarungan pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 mendatang.
"Tahun 2012, kita check point. Bagaimana Hanura tetap eksis, untuk membangunkan hati nurani rakyat," tuturnya.
"Kita nggak mau pada saat memikirkan bagiamana eksis ke depan, terganggu pikirannya bicara capres dan cawapres," tuturnya.
Katanya, Hanura akan menyiapkan SDM-nya, untuk menjadi partai pemenang dan tidak ingin kejadian kehilangan suara pada Pileg 2009 lalu terulang lagi.
"19 juta suara raib. Bayangkan kalau dilipatkan dua, kalau dirasionalitas sekitar 40 juta hilang. Kalau hilang untuk apa pemilu?" tegasnya.
Pada Pileg 2009 lalu, Hanura partai yang baru lahir, bisa meraup suara 3,7 persen dengan cost yang paling kecil. Dengan SDM 917 anggota dewan yang duduk di DPR, DPRD Tingkat I dan II se-Indonesia, diharapkan mampu meraup suara lebih banyak dibandingkan pileg lalu.
"Mosok nggak bisa dua kalipat. Hanura sekarang lebih solid dari dulu, karena pemimpinya hasil pemilihan. Kalau dulu kan saya tunjuk langsung. Target kita mendapatkan suara sebanyak-banyaknya," katanya.
Dengan persiapan yang dilakukannya, Hanura juga tidak gentar menghadapi partai politik yang lama maupun yang baru berdiri.
"Ada partai baru, silahkan saja. Kita masih bisa jalan. Kita nggak bisa mencegah, melarangnya, karena itu adalah hak setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul," jelas Wiranto.
(roi/irw)











































