"Ono (ada) yang jelas-jelas mencuri nggak mau ngomong. Orang tahu pura pura nggak tahu, kan bohong," ujar Wiranto kepada wartawan di sela safari ramadan di Surabaya, Minggu (20/8/2011).
"Kebohongan ditutup bohong, menjadikan negeri bohong. Mana bisa mungkin maju?" gugatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indikatornya (degradasi akhlak dan moral) seperti korupsi, kebohongan merajelala. Tak hanya Nazaruddin saja, tapi juga Gayus, Lapindo. Partai lain nggak boleh ngejarno (membiarkan). Ayo dibongkar untuk berubah menjadi baik," tuturnya.
(roi/lh)











































