Seskab: SBY Tak Akan Tanggapi Surat Nazaruddin

Seskab: SBY Tak Akan Tanggapi Surat Nazaruddin

- detikNews
Sabtu, 20 Agu 2011 00:29 WIB
Seskab: SBY Tak Akan Tanggapi Surat Nazaruddin
Jakarta - Seskab Dipo Alam menegaskan bahwa Presiden SBY tidak akan menanggapi surat dari mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin. Menurutnya surat Nazaruddin harusnya tak ditujukan kepada Presiden SBY.

"Saya yakin bahwa Presiden tidak akan menanggapi surat itu, karena Nazaruddin sudah dalam proses hukum oleh KPK, baik ketika ia buron, dan kini ketika ia di penjara. Jadi jelas surat itu bukan urusan Presiden, silakan para politisi dan pengamat berandai dan menyoal sepuasnya," tegas Dipo Alam, kepada wartawan, Jumat (19/8/2011).

Dipo Alam menjelaskan, harusnya Nazaruddin menyurati KPK. Karena kasus hukumnya ditangani KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soal surat permintaan Nazaruddin agar istri dan anaknya tidak diganggu dalam kasus yang melibatkan tersangka kasus penyuapan pembangunan Wisma Atlet Sea Games itu, silakan ia ajukan kepada KPK dan lawyernya,"sarannya.

Ia pun mendorong Nazaruddin membongkar tuntas semua yang diketahuinya. Tentu dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Saya kira sebaiknya Nazaruddin akan kita hargai bila ia bisa membongkar tuntas kasus korupsi yang dituduhkan, dan mempertanggungjawabkannya. Ia tidak perlu mengkhawatirkan keluarganya, karena Indonesia adalah negara yang menghormati hukum, keadilan dan hak asasi manusia,"tandasnya.

Berikut isi lengkap surat Nazaruddin kepada Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat:

Jakarta, 18 Agustus 2011
Kepada Yth
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI
di Tempat


Bapak Presiden yang saya hormati, saya mohon kepada Bapak agar segera
memberikan hukuman penjara kepada saya tanpa perlu lagi mengikuti proses
persidangan untuk membela hak-hak saya. Bagi saya, saya rela dihukum penjara
bertahun-tahun asalkan Bapak dapat berjanji Bapak akan memberikan ketenangan
lahir dan batin bagi keluarga saya, khususnya bagi istri dan anak-anak saya.

Perlu saya jelaskan bahwa istri saya adalah benar-benar seorang ibu rumah
tangga yang sama sekali tidak mengetahui apa pun yang berhubungan dengan
kepartaian. Saya juga berjanji, saya tidak akan menceritakan apa pun yang
dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK demi kelangsungan bangsa
ini.

Demikian surat ini, mohon bantuan dan perhatian Bapak Presiden,.

Hormat saya,
Muhammad Nazaruddin


(anw/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads