Seskab: Presiden SBY Belum Terima Surat Nazaruddin

Seskab: Presiden SBY Belum Terima Surat Nazaruddin

- detikNews
Sabtu, 20 Agu 2011 00:19 WIB
Seskab: Presiden SBY Belum Terima Surat Nazaruddin
Jakarta - Seskab Dipo Alam menegaskan hingga saat ini Presiden SBY belum menerima surat dari Nazaruddin. Surat tersebut dipandangnya salah alamat.

"Sampai sekarang Presiden belum juga menerima surat Nazaruddin yang diramaikan di media, beberapa pengamat dan politisi. Sebagaimana halnya yang diungkapkan oleh Din Syamsuddin "Presiden harus jawab surat Nazaruddin", bak lawyer yang membelanya," tutur Dipo Alam kepada wartawan, Jumat (19/8/2011).

Menurut Dipo Alam, tak semestinya Nazaruddin mengirim surat kepada Presiden SBY. Menurutnya Presiden tak akan ikut campur dalam kasus hukum Nazaruddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diterima atau tidak diterima surat Nazaruddin tersebut, seandainya terkirim ke Setkab atau ke Setneg, merupakan surat yang salah alamat. Presiden dan kami bukanlah lembaga penegak hukum, seperti KPK, yang berhak memeriksa Nazaruddin,"tuturnya.

Ia mengimbau Nazaruddin untuk meminta bantuan pengacaranya dan bukan meminta bantuan Presiden SBY.

"Memang Presiden berkewajiban melindungi setiap warga negara, tanpa pilih kasih, namun dalam kasus Nazaruddin sebagai pesakitan dan keluarganya yang buron dan kemudian kini ia tertangkap, sudah dalam proses hukum. Silakan lawyernya dan para pengamat pembelanya yang mengurus dan menanggapi surat itu, bukan Presiden,"

Berikut isi lengkap surat Nazaruddin kepada Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat:

Jakarta, 18 Agustus 2011
Kepada Yth
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI
di Tempat


Bapak Presiden yang saya hormati, saya mohon kepada Bapak agar segera
memberikan hukuman penjara kepada saya tanpa perlu lagi mengikuti proses
persidangan untuk membela hak-hak saya. Bagi saya, saya rela dihukum penjara
bertahun-tahun asalkan Bapak dapat berjanji Bapak akan memberikan ketenangan
lahir dan batin bagi keluarga saya, khususnya bagi istri dan anak-anak saya.

Perlu saya jelaskan bahwa istri saya adalah benar-benar seorang ibu rumah
tangga yang sama sekali tidak mengetahui apa pun yang berhubungan dengan
kepartaian. Saya juga berjanji, saya tidak akan menceritakan apa pun yang
dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK demi kelangsungan bangsa
ini.

Demikian surat ini, mohon bantuan dan perhatian Bapak Presiden,.

Hormat saya,
Muhammad Nazaruddin




(van/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads