"Bahwa tahun ini adalah tahun yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia, 17 Agustus bertepaan dengan 17 Ramadan," kata Presiden SBY saat memebrikan sambutan di acara peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (19/8/2011) malam.
17 Ramadan, menurut SBY merupakan tahun pertama kenabian Rasullulaah, ditandai dengan turunnya perintah Allah untuk membaca. "Dalam arti luas yang sesungguhnya membimbing umat Islam menuju atau menjadi manusia dan masyarakat yang mau berpengetahuan sejahtera lahir dan batin," ujar SBY.
"Sedangkan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia merdeka dan kemudian menjadi tujuan dari kemerdekaan itu adalah menuju bangsa yang cerdas atau mencerdaskaan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum. Terjadi pertautan sangat dekat antara 17 Agustus dan 17 Ramadan," imbuh SBY.
Selain menjelaskan tentang persamaan antara 17 Ramadan dan 17 Agustus, Presiden juga menjelaskan berbagai hal, terutama terkait dengan krisis keuangan global yang melanda dunia. Selain itu, Presiden juga mengingatkan akan kemungkinan akan terjadi kekurangan pangan di tahun-tahun mendatang lantaran jumlah penduduk kian meningkat namun tidak dibarengi dengan ketahanan pangan yang cukup.
"Dunia tempat kita hidup ini termasuk negeri kita banyak sekali permasalahan dan tantangan yang kita hadapi," kata SBY.
Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. Hadir pula Duta Besar negara sahabat yang beragama Islam.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran, hikmah Nuzulul Quran dibacakan oleh Prof Dr Achmad Jazydie dari Kemendiknas.
Setelah itu Menag akan memberikan sambutan pembuka. Selanjutnya Presiden SBY akan memberikan sambutan pada puncak acara ini.
Biasanya acara ini berlangsung pada tanggal 17 ramadan, namun karena bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-66 maka acara ini ditunda malam ini.
(anw/van)











































