Lebay! Sidak THR Ditolak karena Curiga Wartawan Disusupi Teroris

Lebay! Sidak THR Ditolak karena Curiga Wartawan Disusupi Teroris

- detikNews
Jumat, 19 Agu 2011 21:30 WIB
Jakarta - Peristiwa itu terjadi di saat Disnakertrans Jateng melakukan sidak THR di PT Libra Permana, Kabupaten Semarang, Jumat (19/8/2011). Tim Disnakertrans dan wartawan tidak diizinkan masuk ke ruang produksi untuk mengonfirmasi pekerja soal pemberian THR.

"THR sudah kami bayarkan dua minggu lalu," kata Personalia PT Libra Permana yang memproduksi merk "Honey Lady", Indah Fatmawati.

Saat tim Disnakertrans dan wartawan meminta izin untuk mengecek pernyataan itu ke pekerja, Indah menolak. Dia beralasan, perusahaannya memroduksi barang dengan tujuan ekspor ke AS sehingga diperlukan tingkat keamanan tinggi.

"Ya kan kami khawatir di dalam rombongan ini ada teroris atau bawa bom untuk disusupkan ke barang-barang produksi kami," katanya yang langsung disambut senyum geli tim Disnaker dan wartawan.

Negosiasi sempat berlangsung. Tim Disnakertrans dan wartawan siap digeledah, namun pihak perusahaan tetap tidak menginzinkan mereka masuk. Akhirnya, tim meninggalkan perusahaan itu. "Kami curiga jangan-jangan THR belum dibayarkan dan alasan itu hanya dibuat-buat saja," kata Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Jateng Bambang Prayitno.

Bambang menambahkan, sejak tiga tahun bertugas memantau THR, baru kali ini timnya ditolak. Meski tiap perusahaan punya rahasia pribadi, biasanya selalu ada ruang-ruang dimana publik bisa mengakses. "Alasan bom atau teroris, aneh," ungkapnya.

Selain PT Libra, Disnakertrans juga melakukan sidak di PT Sido Muncul. Di perusahaan jamu ini awalnya tim juga dilarang masuk beberapa ruang tertentu, tapi akhirnya diizinkan setelah bernegosiasi dengan pihak perusahaan.

Berdasarakan data di Disnakertrans, di Jawa Tengah terdapat 18 ribu perusahaan dengan 1,6 juta pekerja. Sejauh ini tidak ada perusahaan yang melapor untuk penundaan THR. Namun kejadian di di PT Libra Permana tersebut akan dijadikan rujukan untuk penelitian lebih lanjut.

(try/van)


Berita Terkait