"Senin akan dilakukan pemeriksaan lagi sebagai tersangka kasus dugaan suap Sesmenpora tentang wisma atlet," ujar jubir KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jakarta, Jumat (19/8/2011).
Johan mengatakan, pada pemeriksaan yang pertama memang tidak berlangsung lama karena Nazaruddin mengeluh sakit. Sehingga saat baru diajukan beberapa pertanyaan, penyidik tidak melanjutkan pemeriksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johan menyatakan, pihaknya tidak hanya terpaku pada pengakuan Nazaruddin. KPK akan terus mengusut kasus tersebut dengan ada atau tidaknya pengakuan dari mantan anggota Komisi III DPR ini.
"Hari ini dia bisa ngomong gitu, besok dia bisa berubah lagi," katanya.
Meski Nazar tak banyak bicara di depan penyidik pada hari Kamis, namun dia membawa pesan penting. "Tolong istri dan anak saya jangan diganggu," ucap Nazaruddin, yang masuk ke KPK dengan wajah selalu tertunduk.
Tiga jam berlalu. Sekitar pukul 13.45 WIB, Nazaruddin rampung melakoni pemeriksaan. Dalam keriuhan, terdengar permintaan yang sama dari mulut pengusaha asal Provinsi Riau tersebut. Namun, kali ini permintaannya jelas ditujukan kepada siapa.
"Saya minta Pak SBY tolong jangan diganggu anak istri saya. Saya minta Pak SBY, anak istri saya jangan diganggu," katanya dengan wajah gusar.
(mpr/nrl)











































