Pemerintah Inggris Tolak Kirim Pasukan Tambahan ke Irak
Kamis, 01 Jul 2004 13:07 WIB
Jakarta - Karena desakan domestik, pemerintah Inggris akhirnya menolak untuk mengirimkan pasukan tambahan ke Irak. Sebaliknya, Inggris akan memperkuat operasi NATO di Afghanistan.Demikian dilaporkan stasiun televisi BBC seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/7/2004). Sebelumnya Inggris mempertimbangkan untuk mengirimkan hingga 3 ribu pasukan tambahan ke Irak. Ini untuk menggantikan ribuan pasukan Spanyol dan Polandia yang telah meninggalkan negeri bekas rezim Saddam Hussein itu. Semula Inggris berencana memperluas operasi ke luar pangkalan mereka saat ini di kota Basra, Irak selatan.Namun meningkatnya seruan dari para anggota parlemen di Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Tony Blair bahwa hal ini akan menjadi keputusan yang tidak populer, maka rencana pengiriman pasukan ekstra pun dibatalkan. Demikian BBC.Namun Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw, mengatakan bahwa meski saat ini belum ada rencana untuk menambah 9 ribu pasukan Inggris yang kini berada di Irak, hal tersebut masih bisa berubah nantinya."Saya tidak bisa mengatakan itu secara pasti. Sebenarnya, hal ini benar-benar terus dianalisa dari hari ke hari, minggu ke minggu," ujar Straw saat ditanya apakah tidak ada pasukan tambahan yang akan dikirim ke Irak."Akan tetapi, secara kesuluruhan, keputusan memang telah dibuat, untuk sementara ini, bahwa level pasukan saat ini sudah cukup," ujarnya.
(ita/)











































