"DPR dari 8 nama, memang harus memilih 4 karena yang sudah masuk 8. Tetapi, bisa juga DPR menganggap dari 8 itu hanya ada 1 yang kredibel dan itu sah-sah saja," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/8/2011).
"Contohnya kan beberapa kali DPR menolak usulan pemerintah masalah Gubernur Bank Central. Itu kan bisa dikembalikan kalau memang kita anggap tidak cocok," lanjutnya.
Menurut dia, DPR itu bukan lembaga seleksi yang bisa betul-betul independen.
"Jadi DPR ini memilih ya karena sudah banyak pertimbangan politisnya kan mereka orang politik. Hanya Pansel itu yang kemarin, saya harapkan memilih yang 8 itu. Kalau tidak cukup, saya katakan jangan dipaksakan 8," papar Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat ini.
Marzuki telah mengingatkan agar Pansel betul-betul memilih 8 nama yang terbaik. "Sebaik-baiknya DPR ini pasti salah makanya saya harapkan yang menentukan ini Pansel. Pansel harus memilih orang yang betul-betul orang tidak ada masalah. Dipilih siapapun siapa yang terbaik," kata Marzuki.
Dalam laporan yang disampaikan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Kamis (18/8/2011) kemarin, Ketua Pansel KPK Patrialis Akbar menyampaikan 8 nama calon yang dinilai layak masuk ke DPR. Ada empat nama yang masuk dalam jajaran peringkat terbaik yakni:
1. Bambang Widjojanto
2. Yunus Husein
3. Abdullah Hehamahua
4. Handoyo Sudrajat
(her/aan)











































