SBY Curhat Kampanye 21 Lembar

SBY Curhat Kampanye 21 Lembar

- detikNews
Kamis, 01 Jul 2004 12:25 WIB
Jakarta - SBY mencurahkan hatinya soal kampanye melalui 21 lembar naskah pidato politik. Serangan fajar dan pelipatan kartu suara yang direkayasa menjadi keluh kesahnya.Naskah pidato itu diberi judul "Rakyat berdaulat, gunakan hati nurani dan pikiran yang jernih" yang dibacakan capres nomor 4 ini pada penutupan masa kampanye di Gedung Graha Surya Internusa jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (1/7/2004)."Selama satu bulan saya dan Pak Jusuf Kalla berkampanye, di semua tempat rakyat berteriak dan mengharapkan perubahan. Saya menangkap optimisme dan harapan hari esok yang lebih cerah," kata SBY.Tapi, lanjutnya, kita tetap harus waspada. Karena dalam kampanye ada yang menyebarkan fitnah dan kebohongan. Bisa jadi dalam minggu tenang, kebohongan dan intimidasi kembali terjadi."Serangan fajar juga bisa terjadi pada hari pemilihan. Saya menemukan adanya pelipatan kartu suara yang direkayasa agar kartu yang dicoblos tidak sah. Saya temukan itu di Jawa Timur. Untunglah ada rakyat yang mengawasi dan melaporkannya. Saya mengajak rakyat untuk mengawasi jangan sampai ada kecurangan perhitungan. Buka secara transparan kepada rakyat," ujar SBY.Dia mengaku banyak pelajaran penting yang diperolehnya selama berkampanye. Rakyat di seluruh Indonesia pada dasarnya mampu dan bersedia menerima perbedaan pendapat. Keberagaman akar masyarakat tidak menjadi bagian efektif untuk menarik simpati rakyat.Rakyat, sambung dia, memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi akan masa depannya, keluarganya dan keturunannya. Rakyat merasa kurang informasi yang akurat."Saya yakin apa yang dikomunikasikan selama kampanye merupakan kebutuhan dan harapan rakyat. Indonesia 5 tahun yang akan datang akan lebih aman bila konflik di berbagai daerah bisa diselesaikan secara tuntas," tukas SBY.Pembangunan ekonomi ke depan, kata dia, harus disusun berdasarkan sekuen dan prioritas. Seperti memenuhi prakondisi untuk mengakselerasi pergerakan sektor riil. Saat ini dibutuhkan pemimpin yang bisa memimpin yang mendengar dan mengerti persoalan rakyat."Yang saya sampaikan bukan janji, tapi pilihan yang lebih luas untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Saya mengajak terutama 19 persen rakyat Indonesia yang belum memutuskan pilihannya pada 5 Juli untuk bergabung bersama kami untuk menyongsong Indonesia lebih baik," ujar SBY.SBY pun menutup pidato politiknya dengan seruan: "Rakyat berdaulat, gunakan hati nurani dan pikiran yang jernih dalam Pemilihan Presiden 2004." (sss/)


Berita Terkait