"Mudik gratis yang diselenggarakan swasta dan kementerian itu bagus tapi itu harus dikoordinasikan sehingga tidak mematikan perusahaan bus-bus reguler, karena biasanya mudik gratis ini memakai bus pariwisata," katanya dalam Perspektif Indonesia bertema 'Kapankah Mudik Nyaman?" di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (19/8).
Mudik gratis ini, diakuinya, seringkali ; sangat merugikan Perusahaan Otobus (PO) karena berdasarkan pengalaman yang lalu hampir 40 persen bus reguler tidak beroperasi akibat program mudik gratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Darmaningtyas, pemberangkatan mudik gratis ini tetap melalui terminal, supaya tidak menimbulkan titik-titik kemacetan baru.
"Misalnya mudik melalui Senayan atau Monas, sebelumnya ada acara pelepasan dan dangdutan, ini pengumpulan massa, menimbulkan kemacetan di sekitarnya. Kalau terminal misalnya angker, tugas Dishub memperbaikinya. Supaya tidak timbul kekacauan itu akan diberikan voucher, kan kebanyakan yang ikut mudik gratis harus daftar dulu," pungkasnya.
(nwk/nwk)










































