Hal ini diungkapkan Faisal saat tiba di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (19/8/2011). Kedatangan Faisal bersama tokoh-tokoh lain seperti Ikrar Nusa Bhakti, Komaruddin Hidayat, Edy Swandi Hamid, Teten Masduki, Mas Achmad Santosa, Erry Riyana Hardjapamekas, Danang Widoyoko, Yunarto Wijaya, Saldi Isra, dan Zainal Arifin Mochtar, untuk memberikan dukungan pada KPK yang tengah diserang balik oleh gerakan pro koruptor.
"Ada kawanan banteng yang sedang rileks menikmati santapan, kemudian ada harimau dan singa yang ingin menerkam. Maka kaburlah kerbau-kerbau ini. Nah, kerbau yang paling mudah dimangsa ada satu, yang paling kecil," kata Faisal mengibaratkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah kerbau besar itu berasal dari kandang yang sama? Pria yang berniat maju sebagai calon gubernur DKI dari jalur independen menjawab, iya. Karena itu, dia meminta agar KPK jangan berhenti melakukan penyidikan hanya kepada Nazaruddin.
"Jangan berhenti pada Nazar. Nazar sudah ngomong apa, kemudian di anggaran dia sedang ngomong apa, kita lihat proyek-proyeknya seperti apa. Tapi yang paling banyak melakukan potensi praktek seperti ini kan partai berkuasa," tegasnya.
"Nazar itu kecil. Kerbau-kerbau besar itu yang harus di-iniin. Nah teman-teman juga kalau Nazar...Nazar terus, yang lain kabur," ucapnya.
(fjr/mad)










































