"Karena ada waktu senggang sekarang buat mengecek motor. Kalau nanti-nanti, pasti antrenya panjang," kata seorang warga Tanah Abang, Musa di sebuah bengkel di Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2011).
Hal sama diakui Dani (36), pemudik motor lainnya. Dani yang berasal dari Cilacap ini mulai mengecek kondisi kendaraannya dari sekarang untuk menghindari antrean panjang di bengkel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya mengecek kondisi mesin dan kelengkapan berkendara, para calon pemudik motor ini juga mencari aksesoris untuk mempercantik kendaraannya.
"Banyak pengunjung yang mulai memperbaiki dan mempercantik motornya mulai dari mesin, body, lampu, sen hingga ban luar," kata Turmudi penjual aksesoris motor.
Ia mengaku dibanding H-10 tahun lalu dengan tahun ini jumlah pembeli meningkat. Bahkan, dalam bulan Ramadan ini, rata-rata dua hari sekali ada yang belanja aksesoris motor.
"Kadang-kadang sehari bisa belanja dua kali. Karena belanja aksesoris motor mengikuti trend otomotif yang sedang digandrungi konsumen," tandasnya.
Berapa banyak uang yang disiapkan para calon pemudik ini buat motornya? Sejumlah pemotor mengaku menyiapkan budget Rp 500.000 sampai Rp 2 juta.
"Biar joss untuk trek nanjak di Nagrek dan Tasik," tukas Dani.
(Ari/gus)











































