"Ada sekitar 116 titik pasar tumpah yang perlu pengamanan," ujar Kepala Biro Operasi Polda Jateng Kombes M Ghufron, Jumat (19/8/2011).
Ghufron mencontohkan, pasar tumpah terdapat di Pasar Ambarawa. Pasar Ambarawa termasuk jalur yang dilewati pemudik yang mengarah ke Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghufron mengatakan, adanya pasar tumpah ini disebabkan petugas terlambat datang. Guna mengantisipasi hal itu, Polda Jateng akan menyiagakan petugas di titik-titik pasar tumpah untuk sterilisasi.
"Pasar tumpah ini petugasnya terlambat datang, nanti petugas akan datang sebelum pedagang jualan. Misalnya buka jam 05.00 pagi, petugas diinstruksikan datang sebelum jam itu," kata dia.
Di lokasi yang terindikasi adanya pasar tumpah, polisi akan menempatkan Pos Pengamanan. "Anggota akan disiagakan selama 16x24 jam di lokasi," ujarnya.
Di samping itu, Polda Jateng juga akan memasangi garis atau traffic cone di sepanjang pasar. Hal itu dilakukan agar pedagang tidak tumpah ke jalanan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Tjuk Winarko mengatakan, kegiatan pasar tumpah di Semarang terdapat di 3 titik.
"Yaitu di wilayah Semarang Barat, Semarang Timur dan Semarang Selatan," kata Winarko.
Di wilayah Semarang Barat, pasar tumpah terdapat di Pasar Mangkang, Pasar Karang Ayu, Pasar Ngaliyan dan Pasar Mijen. Di Semarang Timur, pasar tumpah terdapat di Pasar Gayamsari, Pasar Pedurungan, Pasar Johar, Pasar Genuksari dan Pasar Langgar.
Sementara di wilayah Semarang Selatan, pasar tumpah terdapat di 4 lokasi yakni Pasar Bulu, Pasar Peterongan, Pasar Mrican dan Pasar Jatingaleh.
Winarko mengatakan, pasar tumpah terjadi karena lokasi sempit sehingga tidak dapat menampung pedagang. Akibatnya, pedagang berjualan di badan jalan sehingga mengakibatkan kemacetan.
"Adanya pasar tumpah ini kan menimbulkan banyak pejalan kaki ke lokasi, kemudian kendaraan parkir di badan jalan," katanya.
Guna mengantisipasi hal itu, petugas disiagakan di lokasi lebih awal. Selain itu, petugas akan memasang barikade di lokasi agar tidak dipenuhi pedagang.
"Kita akan lakukan penertiban pedagang, becak bersama Pemda dan juga membuat satu titik penyeberangan," tutupnya.
(mei/ken)










































