"Wilayah Indonesia itu luas. Kalau logistik dan peralatan hanya ada di pusat di Jakarta akan kurang cepat pergerakannya bila terjadi bencana," kata Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK).
Demikian disampaikan JK saat melantik pengurus PMI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Ketua Umum Herry Zudianto, di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Jalan Malioboro, Jumat (19/8/2011).
Menurut JK, peralatan dan logistik itu akan disebarkan di wilayah Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Ada yang ditempatkan di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur di Gresik, Banjarmasin di Kalimantan, Makassar di Sulawesi Selatan dan Padang di Sumatera Barat.
Logistik ini ditempatkan di wilayah yang berpenduduk sekitar 35 juta sehingga mempermudah pergerakan.
"Kita sudah bangun tempat dan gudang logistik. Ada mobil ambulans, amphibi, helikopter dan lain-lain yang mampu dijangkau transportasinya dan kriteria relawannya juga sudah memenuhi. Semua kita pusatkan di tempat itu," papar dia.
JK mengatakan PMI tidak memiliki kantor. PMI hanya mempunyai markas. Di Indonesia, lanjut JK, ada 3 markas yakni markas tentara, markas polisi dan markas PMI.
"PMI itu tidak punya jam kerja seperti kantor tapi selalu siaga 24 jam," kata JK.
(bgs/aan)











































